Selamat Datang

di Website Resmi Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah

Visi Misi


“SULAWESI TENGAH SEJAJAR DENGAN PROVINSI MAJU DI KAWASAN TIMUR INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DAN KELAUTAN DENGAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA SAING TAHUN 2020”

  • Main Menu

Sekdaprov Apresiasi Peringatan Hari Jadi Tavaili ke-469

ADMIN | 2019-08-06 10:10:51
Sekdaprov Apresiasi Peringatan Hari Jadi Tavaili ke-469

Sekdaprov Apresiasi Peringatan Hari Jadi Tavaili ke-469

Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si memberikan apresiasi atas terlaksananya peringatan hari jadi Tavaili ke-469 yang dilaksanakan Forum Komunikasi Peduli Tawaili (FKPT) Kota Palu, bertempat di Halaman Masjid Jami Taweli, Jl. Trans Taweli Palu, Jum’at 2 Agustus 2019.

Menurut Sekdaprov Hidayat Lamakarate, peringatan Tavaili lahir dalam sejarah yang panjang dan berliku-liku. Perayaan hari jadi yang dilaksanakan merupakan ajang silaturrahi yang positif.

"Semua yang hadir adalah keluarga besar Taweli, di sini ada Om ada tante bahkan Kapolsek yang menghadiri kegiatan ini juga merupakan keluarga besar Taweli karena telah menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan ini," jelas Hidayat Lamakarate

Dr. H. Gazali Lembah, M.Pd, salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Taweli secara singkat membacakan deskripsi kerajaan Tavaili. Dikatakannya berdasarkan cerita rakyat secara turun temurun, kerajaan Boya Peramba memiliki lima orang Langganunu yang merupakan gelar asli pemimpin kerajaan sebelum istilah Magau.

Adapun susunan Langganunu dimaksud yakni ; Anak wumbulangi, Djaelangga, Pialembah, Basanurina dan Marukaluli

Adapun daftar Raja Kerajaan Tavaili yaitu Magau pertama, Labu Lembah alias Madika Tonavu Jara, kedua Yuntonu Lembah alias Langgo, ketiga Daesa Lembah alias Madika Baka Tolu

Magau keempat Mariana alias Magau Dusu, kelima Daeng Pangipi alias Madika Beli, keenam Yangge Bodu alias Magau Punggu.

Magau ketujuh Djaelangkara alias Mangge Dompo, kedelapan Tumpa Lembah alias Madika Bugi, kesembilan Labu Lembah alias Madika Kejo, kesepuluh Yoto Labu Lembah alias Papa Itjesale dan terakhir Magau Lamakampali Djaelangkara.

Prosesi perayaan hari jadi Taweli ke 469 diawali dengan membaca doa Paepulu Salama, seremoni pembukaan diakhiri dengan pembacaan puisi serta jabat salam

Biro Humas dan Protokol.