?> Keuangan Syariah Terus Menggeliat di Sulteng
Selasa, 23 Januari 2018

Keuangan Syariah Terus Menggeliat di Sulteng

  • PDF

KSF2017__2.jpg

Geliat industri keuangan syariah di Sulawesi Tengah direspon OJK lewat Keuangan Syariah Fair 2017 mulai Kamis malam (14/12), bertempat di Palu Grand Mall. Pembukaan KSF dihadiri Sekda Drs. Moh. Hidayat, M.Si.

Menurut Kepala OJK Perwakilan Sulteng Syukri Andi Yunus, KSF adalah tindak lanjut gerakan nasional Aku Cinta Keuangan Syariah yang tujuan meliterasi masyarakat Sulteng, khususnya Kota Palu.

Perkembangan industri keuangan syariah di Palu lanjutnya sangat menggembirakan seiring menjamurnya layanan bank, asuransi dan pegadaian syariah.

“Kota Palu bagai gula jadi banyak semut yang akan datang,” tutur Syukri menggambarkan prospek industri keuangan syariah di Palu.

Di tingkat global, Indonesia berada di peringkat 9 dari 10 negara dengan industri keuangan syariah terbesar. Posisi pertama masih diduduki Arab Saudi dengan total kepemilikan aset syariah sebesar 33 % sedang Indonesia baru 2,5 %.

Namun demikian, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak yang justru berpotensi mempengaruhi industri syariah di masa mendatang.

“Olehnya OJK mendorong industri syariah memperluas layanan dari hulu sampai ke hilir,” tambah Syukri melaporkan.

Sementara itu, Sekda Hidayat yang mewakili Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si mengapresiasi KSF baik sebagai sarana penguatan SNKI (Strategi Nasional Keuangan Inklusif) maupun upaya mem-branding industri keuangan syariah ke masyarakat.

Walaupun umat muslim adalah mayoritas penduduk Sulteng, data OJK menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah Sulteng masing-masing hanya sebesar 9,45 % dan 3,64 %.

“Masih sangat kecil apabila dibandingkan dengan keuangan konvensional berturut-turut sebesar 22,05 % dan 65,09 %,” kata Sekda.

Olehnya Ia berharap industri keuangan syariah dapat berpacu, mengambil peran, mendukung program pembangunan daerah.

“Hendaknya perbankan syariah bisa memberi kontribusi pada penyediaan dana sektor produktif yang seluas-luasnya ke pelaku UMKM,” harapnya.

Lebih jauh sekda mengusulkan rencana kerjasama antara pemda dengan bank syariah.

“Sehingga pemerintah bisa membuat kebijakan semisal menyimpan dana-dana pemerintah, yang bukan saja (disimpan) ke bank konvensional tapi juga ke bank syariah dan saya akan mendiskusikan dengan Pak Gubernur supaya bank syariah (di Sulteng) semakin eksis,” usulnya.

KSF 2017 diramaikan sejumlah bank syariah terkemuka seperti Muamalat, BNI, BRI, BTN dan Bank Mega. Selain itu, turut berpartisipasi Pegadaian Syariah, Asuransi Manulife, Askrindo, UKM Syariah Al Amin, Babussalam Tour and Travel dll.

Pembukaan KSF ditandai pemukulan gimba oleh Sekda Hidayat bersama Kepala OJK Sulteng, Asisten Pembangunan Kota Palu, dan Ketua Forum Jasa Keuangan Sulteng Rahmat Abd. Haris.

Sesuai jadwal KSF akan berlangsung hingga Minggu (17/12) dengan agenda kegiatan, pameran di sejumlah stand peserta, festival anak sholeh, talkshow, pentas seni, lomba mewarnai dan pengundian doorprize harian.

“Semoga masyarakat awam bisa mendapat gambaran dan ketika sudah tahu maka akan terlibat dan memanfaatkan,” tandas sekda.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 15 Desember 2017 01:05

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday10324
mod_vvisit_counterYesterday7821
mod_vvisit_counterThis week22513
mod_vvisit_counterLast week48332
mod_vvisit_counterThis month212545
mod_vvisit_counterLast month378938
mod_vvisit_counterAll days12048282

We have: 182 guests, 3 bots online
Your IP: 54.226.179.247
 , 
Today: Jan 23, 2018
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id