?> Warga Poboya Swadayakan Pembangunan Masjid Baiturrahmah
Minggu, 19 November 2017

Warga Poboya Swadayakan Pembangunan Masjid Baiturrahmah

  • PDF

letakBatuMasjidPoboya__1.jpg

Warga Kelurahan Poboya, Kota Palu secara swadaya memulai pembangunan Masjid Baiturrahmah, ditandai peletakan batu pertama oleh Asisten Administrasi Pemerintahan, Hukum dan Politik Ir. Faisal Mang, MM pada Rabu siang (13/9).

Menurut laporan ketua panitia pembangunan masjid, Moh. Arfan, SE, bahwa bangunan masjid yang ada sekarang dinilai sudah tidak dapat menampung jamaah dalam jumlah besar seperti saat pelaksanaan solat jumat, solat tarawih dan solat id.

Olehnya melalui rembug warga pada 22 Juli yang lalu, diputuskan untuk memindahkan dan mendirikan bangunan masjid yang baru di lahan yang lebih luas.

Lebih jauh dilaporkan Arfan bahwa biaya pembangunan sampai selesai diperkirakan mencapai 3 miliar rupiah.

Gayung bersambut, para pengusaha tambang emas di Poboya juga ikut menyumbang dana guna merelokasi masjid Baiturrahmah Poboya.

“Dana yang telah diperoleh dari swadaya masyarakat dan pengusaha, baik usaha pertambangan emas, ataupun pengusaha lainya, sebesar Rp. 72.000.000dan telah digunakan untuk pemasangan por plat pada peletakan batu pertama saat ini sebesar Rp. 42.000.000,” tutur Arfan selaku ketua panitia pembangunan.

Sementara itu, Gubernur Longki Djanggola yang diwakili Asisten Faisal Mang mengungkapkan bahwa membangun masjid dapat membawa kebaikan di dunia dan di akhirat.

Ia lalu mengutip pesan Rasulullah bahwa barang siapa yang membangun masjid di dunia maka Allah SWT akan membangunkannya rumah yang megah di surga.

“Pesan Rasulullah itu sesungguhnya menjadi motivasi bagi kita semua bahwa membangun masjid tidak sekedar menyiapkan dan mendirikannya secara fisik saja, akan tetapi setelahnya, harus diikuti dengan upaya menghidupkan dan memakmurkan masjid,” imbuh asisten ke warga dan undangan yang hadir.

Asisten menambahkan bahwa fungsionalitas masjid harus dikembalikan seperti saat zaman Rasulullah dimana masjid selain digunakan sebagai tempat ibadah juga digunakan sebagai tempat memberdayakan umat Islam.

“Umat islam perlu lebih memaknai kembali keberadaan masjid sebagai benteng keimanan dan akhlak yang utama,” ungkapnya guna melindungi umat dari dampak kerusakan sistem nilai kehidupan yang lebih parah.

Akhirnya, asisten berharap pembangunan masjid dapat selesai dalam waktu yang tidak begitu lama dengan melibatkan partisipasi seluruh elemen yang ada di Poboya.

“Saya harap (semua pihak) tulus ikhlas berkomitmen dan bekerjasama dalam memprioritaskan pembangunan masjid ini,” pungkasnya berpesan.

Menghadiri acara peletakan batu pertama, unsur forkopimda, camat Mantikulore, Lurah Poboya, tokoh-tokoh masyarakat dan pemuda beserta para pengusaha tambang emas di Poboya.

Terakhir Diperbaharui pada Rabu, 13 September 2017 13:03

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7889
mod_vvisit_counterYesterday12129
mod_vvisit_counterThis week20018
mod_vvisit_counterLast week75793
mod_vvisit_counterThis month214111
mod_vvisit_counterLast month354024
mod_vvisit_counterAll days11344311

We have: 57 guests, 9 bots online
Your IP: 54.224.121.67
 , 
Today: Nov 19, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id