?> Keterwakilan Gender Belum Mencapai Target
Jumat, 20 Oktober 2017

Keterwakilan Gender Belum Mencapai Target

  • PDF

sminarKeterwakilanPolitikPerempuan.jpg

Peningkatan keterwakilan politik perempuan, telah diwujudkan dengan ketetapan bagi tiap Parpol peserta Pemilu, untuk wajib mencalonkan sekurang-kurangnya 30 % perempuan sebagai anggota legislatif di tiap daerah pemilihan.

 

Pada dua kali Pemilu sejak ketetapan itu bergulir, yakni Pemilu 2009 dan 2014, persentase keterwakilan perempuan di DPR berhasil mencapai 18 %, yang sejatinya masih jauh dari target sekaligus menunjukkan akan rendahnya kapasitas representasi perempuan, yang antara lain disebabkan kurangnya penyiapan kader perempuan anggota partai dari Parpolnya.

Pola rekrutmen dan seleksi Parpol yang instan, serta mendahulukan penguasaan modal finansial, justru membuka peluang bagi perempuan dengan jaringan kekerabatan untuk dicalonkan, sehingga partai politik tidak lagi memperhatikan pengalaman perempuan di Parpol dalam penyeleksian demi terpenuhinya quota 30 % tersebut.

Oleh karena itu, grand design peningkatan keterwakilan perempuan di legislatif pada Pemilu 2019, telah diformalkan kementerian menjadi peraturan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak nomor 10 tahun 2015, sebagai pijakan menyusun program intervensi kementerian dalam meningkatkan wakil-wakil rakyat perempuan di DPR dan DPRD, dan juga memperkuat representasi politik perempuan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli DR, Ir. Rusdi B, Rioeh, SP, MPM, MM pada acara pembukaan pelatihan peningkatan kapasitas politik kebangsaan perspektif gender bertempat di Aula Swiss Ball Hotel, Rabu, 11 Oktober 2017

Menurut Gubernur, pelatihan tersebut sebagai pendekatan praktikal yang mengkombinasi berbagai metode pembelajaran dan mengutamakan pelibatan kerjasama multipihak, transparansi, kreatif, tidak manipulatif dan bermuatan kearifan lokal.

Untuk itu, para peserta, diharap memanfaatkan pelatihan sebagai ajang edukasi dan sosialisasi, meningkatkan kapasitas politik dan keterwakilan perempuan di lembaga legislatif pusat maupun daerah, yang gilirannya semua individu dan komunitas akan lebih produktif, membangun bangsa yang berkualitas dalam menghadapi globalisasi.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, menyambut baik kegiatan pelatihan ini yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas politik bagi perempuan bakal calon legislatif pada Pemilu 2019, lewat pengedukasiaan nilai-nilai kebangsaan berbasiskan keadilan dan kesetaraan gender, serta penguatan partisipasi kelompok perempuan dalam berbagai ranah termasuk politik,” sebut Gubernur.

Hadir pada kesempatan itu, Asisten Deputi Kesetaraan Gender Bidang Polhukam Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dr. A. Darsono Sudibyo, M.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Tengah, Hj. St. Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH serta pihak terkait lain.

Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 12 Oktober 2017 00:25

Add comment


Security code
Refresh

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday3805
mod_vvisit_counterYesterday8391
mod_vvisit_counterThis week54108
mod_vvisit_counterLast week59686
mod_vvisit_counterThis month209427
mod_vvisit_counterLast month373442
mod_vvisit_counterAll days10985603

We have: 139 guests, 217 bots online
Your IP: 23.20.86.177
 , 
Today: Okt 20, 2017
Pagerank Checker

Contact Us

Anda dapat menghubungi kami :

:

Jln. Samratulangi No. 101 Palu                 Sulawesi Tengah, Indonesia

: 0451 - 451311
:
info@sultengprov.go.id