Kampus II IAIN Palu Diresmikan

Senin, 12 Maret 2018
Ditulis oleh YUSUF

peresmianIAINPalu.jpg

Menurut data Kementerian Ristek dan Dikti, APK nasional pendidikan tinggi Indonesia sampai saat ini baru mencapai 32%, persentase tersebut lebih kecil disbanding Negara-negara tetangga kita di Asean, seperti Malaysia 38%, Thailan 54% dan Singapura 78%.

Padahal jumlah perguruan tinggi yang tersedia di Indonesia sendiri mencapai 4500-an lebih, namun sayangnya jumlah yang massif tidak berarti apa-apa, bahkan tidak berbanding lurus dengan jumlah APK masyarakat masuk ke perguruan tinggi. Olehnya, kita mesti menyiasati bagaimana merangsang animo masyarakat supaya mau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintantahan, Hj. St. Norma Mardjanu, SH, M.Si, MH pada acara kuliah umum dan peresmian gedung kuliah IAIN Palu Kampus II di Kabupaten Sigi-Biromaru, Jum’at, 9 Maret 2018.

“Integritas, profesionalitas, Inovasi, Tanggung Jawab dan Keteladanan merupakan lima budaya kerja yang menjadi spirit berkarya bagi seluruh jajaran Kementerian Agama, untuk meningkatkan kiprah jajaran IAIN Palu dalam membumikan nilai-nilai ke Islaman,” jelas Gubernur.

Pendidikan Islam adalah bagian integral dari system pendidikan nasional yang termasuk didalamnya lembaga pendidikan tinggi Islam. Didasari hal itu, perguruan tinggi Islam mempunyai posisi yang sama strategisnya dengan perguruan tinggi Islam seperti IAIN Palu.

“Ada tiga poin penting yang harus dipedomani IAIN Palu guna menciptakan kampus IAIN Palu yang bermutu dan berdaya saing yaitu pertama, mewujudkan tata kelola kampus IAIN yang mengedepankan kerjasama dan pelayanan prima, dua menumbuhkan suasana kampus yang partisipatif bagi semua elemen yang ada dan ketiga menjaga intergitas dan karakter kampus,” sebut Gubernur

Senada, Menteri Agama RI yang diwakili Direktur Jenderal Pendidikan Islam Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA ketika membawakan kuliah umum sekaligus meresmikan Kampus II IAIN Palu.

“Sesuai data Kementerian Ristek dan Dikti APK nasional pendidikan tinggi Indonesia sampai saat ini baru mencapai 32% atau terdapat 68% yang tidak bisa belajar hingga ke perguruan tinggi, sehingga bagaimana kemampuan berdaya saing kalau SDM yang sangat terbatas,”ujar Dirjen H. Kamaruddin.

Menurutnya, berdasarkan data BPS, terdapat 500.000 alumni sarjana yang menganggur. Untuk itu timbul pertanyaan yang harus di carikan solusi oleh Rektor atau pimpinan perguruan tinggi yakni ‘Apa yang akan dilakukan alumni kalau sudah selesai di kampus’

“Untuk dapat berdaya saing, para mahasiswa dan alumni harus melek dunia digital, menguasai bahasa inggris, computer dan berintegrasi dengan masyarakat, berakhlak mulia dan memiliki moralitas yang baik,” jelas Dirjen.

Peresmian Kampus II IAIN Palu, ditandai penandatanganan prasasti, pengguntingan pita serta penyerahan cendera mata. Hadir pada kesempatan itu Bupati Sigi, Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Forkopimda, Rektor IAIN Palu, Pejabat Sipil Pemerintahan, Pimpinan Badan Usaha dan Perbankan.{jcomments on}

Terakhir Diperbaharui pada Senin, 12 Maret 2018 23:57